Posted by: kpricitrus | July 4, 2011

Lingkungan Ideal Kunci Sukses Usaha Tani Jeruk

LINGKUNGAN IDEAL KUNCI MASUK MERAIH SUKSES USAHATANI JERUK

Oleh ; Ir. Sutopo, Msi
Staf Peneliti Balitjestro
Hp. 081233440678 – 085649664488
Email : opotus09@yahoo.co.id

Ingin tahu berapa besar potensi pasar jeruk kita?. Mari kita hitung, bila kebutuhan konsumsi buah jeruk segar diasumsikan 3 kg/kapita/tahun, maka dengan jumlah penduduk 231  juta jiwa (tahun 2009) dibutuhkan 693 juta ton/tahun.  Jika produktivitas jeruk nasional sekitar 20 sampai dengan 25 ton/ha maka dibutuhkan kebun jeruk sekitar 30 juta  hektar.  Oleh karena itu, tidak aneh jika Indonesia selalu menjadi sasaran utama bagi negara eksportir buah. Jika produksi jeruk nasional tidak mampu memasok pasar dalam volume  yang cukup, berkesinambungan dan berdaya saing kuat maka asa membendung banjir jeruk impor akan menjadi sekedar impian belaka.

Selain memiliki potensi pasar yang besar, usahatani jeruk terbukti memberikan pendapatan yang tinggi.  Contohnya, jika 1 hektar kebun menghasilkan panen 20 ton (potensi 25 – 30 ton/ha) dengan harga jual di tingkat petani Rp.  5.000,- sampai dengan 10.000,-/kg, maka petani akan menerima pembayaran sebesar Seratus sampai dengan Dua ratus Juta Rupiah.  Bukan hanya petani yang mendapatkan keuntungan besar, munculnya sentra produksi jeruk baru akan mendorong terbentuknya sistem agribisnis yang membawa perekonomian masyarakat di wilayah tersebut menjadi lebih berkembang.

Sebagai tanaman tahunan yang hasilnya baru bisa dinikmasti secara ekonomis setelah berumur sekitar 5 tahun, pengembangan jeruk harus direncanakan secara tepat agar dicapai produktivitas dan keuntungan yang diinginkan. Dalam perencanaan usahatani jeruk, pemilihan lingkungan kebun yang sesuai dengan kebutuhan tanaman merupakan kunci masuk untuk meraih sukses.  Sebaliknya, kesalahan memilih lingkungan kebun akan berakibat fatal karena pengaruh negatifnya baru terlihat saat tanaman memasuki usia produktif yang telah menghabiskan banyak    biaya pemeliharaan.  Celakanya, kesalahan tersebut biasanya sulit diperbaiki dan untuk memperbaikinya membutuhkan biaya tinggi.  Faktor lingkungan yang menentukan dalam usahatani jeruk terutama adalah ketinggian tempat, suhu, curah hujan, intensitas cahaya matahari, kelembaban udara, dan kesuburan tanah.

1. Tinggi tempat

Tanaman jeruk memiliki daya adaptasi yang luas sehingga daerah di sekitar pantai hingga pegunungan yang beriklim tropis bisa ditanami jeruk.  Sebenarnya ketinggian tempat (elevasi) di daerah tropis mencerminkan suhu suatu daerah, dan masing-masing varietas akan tumbuh dan berproduksi optimal jika ditanam pada ketinggian tertentu.  Walaupun jeruk dapat ditanaman di daerah yang mempunyai suhu udara 13 -  35°C, tetapi sebagian besar jenis jeruk keprok menghendaki adanya suhu dingin pada malam hari yang digunakan antara lain untuk mendorong munculnya warna jingga pada kulit buah seperti jeruk keprok Soe dan Batu 55.  Oleh karena itu, jenis keprok lebih cocok ditanam di dataran tinggi, kecuali keprok Tejakula, Madura, Terigas, Selayar dan Siompu. Sebaliknya jenis jeruk Siam dan Pamelo umumnya menhendaki adanya suhu udara lebih panas sehingga kebanyakan cocok ditanam di dataran rendah, kecuali siam Madu (Tabel 1). Jeruk keprok dataran tiggi bila ditanam di dataran rendah produksinya tidak optimal, kulitnya menjadi lebih kasar, dan kadar sari buahnya rendah. Begitu juga jeruk dataran rendah bila ditanam di dataran tinggi, kulitnya menjadi lebih tebal dan rasanya kurang manis (siam) atau pahit (pamelo).

(Benih bisa dipesan di KPRI CITRUS, Hp. 085649664488; Email : optus@yahoo.co.id)

2. Curah Hujan

Tanaman jeruk bisa ditanam di daerah yang memiliki curah hujan tahunan antara 1.000 – 3.000 mm/th (optimum 1.500-2.500 mm/th).  Induksi pembungaan jeruk membutuhkan kondisi tanah kering (strees air) paling sedikit sekitar 2 bulan yang biasanya akan tercapai jika terjadi bulan kering (curah hujan < 60 mm) minimal 3 bulan berurutan. Oleh karena itu, musim panen jeruk dipengaruhi oleh pola curah hujan.   Jika bulan kering terlalu singkat akan menghasilkan sedikit bunga.  Sebaliknya, strees air yang berkepanjangan menyebabkan bunga berlebihan tetapi banyak juga yang rontok dan mutu buahnya rendah jika tidak disertai pengairan dan pasokan nutrisi yang cukup

 3. Cahaya Matahari dan Kelembaban Udara

Cahaya matahari merupakan sumber energi dalam fotositesis yang akan menghasilkan asimilat untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Oleh karena itu, untuk mendapatkan mutu tanaman dan hasil yang baik, lingkungan kebun harus mendapatkan sinar matahari penuh yang berarti harus terbuka/tidak ternaungi. Tanaman jeruk yang kekurangan cahaya, percabangannya lemah, malas berbunga/berbuah, rasa buah hambar, ukuran buah kecil dan warna kulitnya pucat.  Jika digunakan tanaman pagar untuk mengurangi pengaruh negatif angin kencang atau sebagai pembatas kebun, tinggi tanaman pagar dikelola agar tidak melebihi tinggi tanaman jeruk.  Kelembaban udara yang ideal sekitar 70 – 80%.  Jika terlalau tinggi akan mendorong perkembangan penyakit yang dapat menggagalkan pembungaan dan pembuahan.

4. Tanah

Tanaman jeruk bisa dibudidayakan di tanah mineral maupun gambut.  Karakter fisik tanah mineral yang ideal meliputi  lapisan tanah cukup dalam (optium < 100 cm), bertekstur berpasir atau lempung berpasir, drainase dan airase tanah baik. Untuk lahan gambut yang ideal adalah gambut yang sebagian besar telah melapuk (saprik), dan kedalaman pirit harus lebih dari 150 cm dari permukaan tanah.  Lapisan tanah dangkal/lapisan tapal bajak bekas sawah, dan tanah berat dapat menyebabkan gangguan perkembangan akar dan serapan unsur hara, serta penyakit busuk akar (Phytophtora) yang mengakibatkan kematian tanaman.

Sedangkan karakter kimia tanah yang ideal antara lain  pH sekitar 6, kapasitas tukar kation > 25 me/100 g, kejenuhan basa > 50%, dan salinitas kurang dari 2 mmhos/cm.  Bagi tanah mineral, kandungan karbon organik yang ideal sekitar 3 – 5%. Tanaman jeruk di tanah-tanah berkapur maupun tanah gambut perlu aplikasi pupuk mikro melalui daun secara intensif untuk menghindari masalah defisiensi unsur mikro.

About these ads

Responses

  1. artikel yang komprehensif pak. bagus… bagus… bagus… semoga yang lain semakin produktif juga untuk menulis dan membagi ilmu yang dipunya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: