Panduan Pemupukan Jeruk Berdasarkan Hasil Panen

PANDUAN MENENTUKAN DOSIS PUPUK BERDASARKAN HASIL PANEN UNTUK TANAMAN JERUK

Oleh : Ir. Sutopo, MSI
Hp. 081233440678
Email : opotus09@yahoo.co.id

Pendahuluan

Perkembangan tumbuhan dalam kondisi alami seperti di hutan seimbang dengan pelapukan batu-batuan dan sisa organisme. Adanya campur tangan manusia seperti pengangkutan hasil panen menyebabkan pengurasan nutrisi dari tempat tumbuhnya sehingga tanah tidak mampu lagi mendukung kebutuhan tanaman secara normal. Oleh karena itu, lahan-lahan pertanian semakin lama semakin kurus dan produktivitasnya terus merosot jika tidak diberi pupuk.

Nutrisi pupuk yang terlarut dalam air diserap oleh akar tanaman, bersama dengan karbon dioksida dari udara dengan bantuan cahaya matahari dimasak di dalam daun menjadi senyawa penting untuk pertumbuah dan produksi buah. Oleh karena itu, volume hasil, mutu buah dan umur produktif tanaman sangat bergantung pada pasokan nutrisi.
Biaya yang dikeluakan untuk kegiatan pemupukan pada tanaman jeruk usia produktif cukup besar untuk memperoleh hasil yang memuaskan, biasanya sekitar 30% dari total biaya pengelolaan kebun. Dibandingkan dengan unsur lain, nitrogen (N), phosfor (P) dan kalium (K) merupakan nutrisi yang paling banyak dibutuhkan dan memberikan pengaruh paling nyata bagi tanaman.

Dosis Pupuk Berdasarkan Hasil Panen
Tanaman jeruk dalam masa hidupnya dapat dibagi menjadi dua periode yaitu saat tanaman belum menghasilkan buah (TBM) dan saat tanaman menghasilkan buah (TM). Pada TBM, dosis pupuk ditentukan berdasarkan hasil percobaan lapangan pada berbagai umur tanaman. Selanjutnya setelah memasuki periode TM, dosis pupuk bisa didekati melalui analisis tanah dan daun, gejala kahat hara pada daun yang kasat mata, atau hasil panen buah. Masing-masing pendekatan mempunyai kelebihan dan kekurangan, tetapi bagi sebagian besar petani Indonesia pendekatan kesatu, kedua dan ketiga memiliki banyak hambatan antara lain karena membutuhkan laboratorium, serta pengalaman menerjemahkan hasil analisis dan pengamatan gejala di lapangan.
Pemupkan Berdasarkan Hasil Panen
Pendekatan ini paling sederhana dan lebih realistis bagi kondisi petani yang jauh dari fasilitas laboratorium dan atau petani yang kepemilikan lahannya relatif sempit dan terpencar. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menerapan metoda ini :
• Timbang dan catat setiap panen secara tepat dan disiplin.
• Lakukan pemupukan secara optimal selama masa TBM agar kesuburan tanah mencapai status tinggi.
• Lakukan analisis tanah pada awal memasuki masa TM bila memungkinkan, kemudian tingkatkan status ketersediaan unsur hara yang sedang atau rendah menjadi tinggi.
• Berikan bahan organik (pupuk kandang) pada tanah mineral secara teratur (± 40 kg/pohon/tahun) menjelang musim hujan untuk melengkapi kebutuhan unsur mikro dan memperbaiki kesuburan fisik tanah.
Cara Mengitung Dosis Pupuk
Nutrisi pupuk di dalam tanah mengalami beberapa proses antara lain difiksasi oleh tanah, terlindi menjauhi daerah perakaran (leaching), menguap ke atmosfer, diserap oleh tanaman, dan lain-lain. Banyaknya nitrogen fosfor dan kalium yang dibutuhkan untuk menggantikan kahilangan nutrisi dari kebun setahun agar tanaman dapat berproduksi optimal dihitung setara dengan 2 – 3% dari bobot buah yang diproduksi (panen). Meskipun jumlahnya dapat dianggap sama, komposisi unsurnya berbeda untuk masing-masing jenis jeruk sehingga komposisi pupuk harus disesuaikan (Tabel 1).

Tabel 1. Komposisi Kandungan Nitrogen, Fosfor dan Kalium pada Buah Jeruk

Jenis Komposisi Hara pada Buah

N

P2O5

K2O

Siam

 

 

Keprok

Pamelo

108

3

7

3

1

2

10

4

Contoh penghitungan dosis pupuk :
• Tanaman jeruk Siam menghasilkan buah 100 kg/pohon.
• Dosis rekomendasi = 2% (10 N : 7 P2O5 : 2 K2O) dari bobot panen
• Urea (45% N), SP36 (36% P2O5), KCl (60% K2O)
Dosis yang harus diberikan :
Urea/ph : 100 kg x (0,02 x 10/19) x 100/45 = 2.340 g
SP36/ph : 100 kg x (0,02 x 7/19) x 100/36 = 2.050 g
KCl/ph : 100 kg x (0,02 x 2/19) x 100/60 = 350 g
** Keterangan :
50% dosis diaplikasikan setelah panen, sisanya 4 bulan kemudian

Penempatan Pupuk
Penempatan pupuk dapat dilakukan dengan cara disebar (broadcast), disamping tanaman (sideband), dalam larikan (in the row), lewat daun (foliar application), ditaburkan setelah tanaman tumbuh (top dressed atau side dressed), dimasukkan bersama biji yang ditanam (pop up), dan lewat irigasi (fertigation), tetapi bagi jeruk penempatan pupuk di suatu tempat/disamping tanaman merupakan anjuran untuk mengurangi kehilangan nutrisi pupuk dan kerusakan akar. Caranya : pupuk ditempatkan pada beberapa lubang sedalam 10 – 15 cm di bawah tajuk, kemudian ditutup lagi dengan tanah.

2 thoughts on “Panduan Pemupukan Jeruk Berdasarkan Hasil Panen

  1. Thanks infonya, tapi tabel komposisi hara buah nya belum lengkap. Mohon info selengkapnya.

    Sri Suryani M.Rambe BPTP Bengkulu

    Like

    • Terimakasih atas respon anda. Kami telah melakukan analisis unsur hara makro (N, P, K, Ca, Mg dan S) pada beberapa jenis buah jeruk di Indonesia, tetapi tidak kami muat pada artikel ini karena konteksnya adalah rekomendasi pupuk N, P,K. Kandungan hara jeruk secara lengkap Insya Allah akan kami sajikan dalam web ini.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s