Nasib Anggur Probolinggo

sumber: Kompas, 14 Juli 2009

Nasib Anggur Probolinggo

BS 60

Ada berita memprihatinkan bagi kita semua yang datang dari Probolinggo, Jawa Timur. Bahwasanya sejak tahun 1989 koleksi varietas anggur yang dimiliki Kebun Percobaan Banjar Sari (KPBS) di Kabupaten Probolinggo berkurang 59 persen. Sedangkan yang bikin gregetan, peluang pasar anggur yang terbuka lebar tidak pernah digarap serius oleh pemerintah daerah setempat.

Sukadar, Kepala KBPS Anggur menyatakan koleksi anggur pada tahun 1989, berjumlah 89 varietas. Itu merupakan koleksi terbesar di Indonesia. Pada tahun 2006 koleksinya berkurang menjadi 37 varietas. Artinya, sebanyak 52 varietas anggur hilang dalam rentang waktu 17 tahun atau sebesar 59 persen. Anda mau tahu sebabnya ?

“ Itu karena kurang perawatan selama periode tersebut. Kurangnya perawatan ini mungkin terkait dengan perubahan struktural KBPS di Departemen Pertanian yang terjadi beberapa kali,” tengara Sukadar, yang baru bertugas pada tahun 2006.

Kemudian sejak tahun 2006 hingga saat ini, rekoleksi atau penghimpunan kembali varietas yang pernah dimiliki kemudian mati sebanyak sembilan varietas, antara lain red globe, fresno, sultona, dan samborsin.

Menurut Sukadar, KBPS Anggur memiliki fungsi utama sebagai laboratorium penelitian anggur. Karena semua jenis tanaman tersebut berasal dari mancanegara, para peneliti bisa melakukan uji coba untuk mengadaptasi anggur agar bisa tumbh dengan baik dan tentu dengan kualitas baik pula di Indonesia. Supaya kita tidak bergantung pada impor dari negara-negara asing untuk memenuhi kebutuhan anggur di dalam negeri.

Di Kota Probolinggo yang juga disebut Kota Anggur, budidaya anggur masih belum digarap secara serius. Sejauh ini anggur masih menjadi produk sampingan dan penanaman masih sebatas di pekarangan. Jadi tidak mustahil, jika tingkat produksinya rendah. Padahal data Dinas Pertanian Kota Probolinggo menyatakan produksi anggur di wilayahnya rata-rata 33,12 ton per tahun. Sementara permintaan anggur khusus untuk masyarakat Kota Probolinggo sendiri mencapai 162 ton per tahun. Artinya, petani di Kota Probolinggo dan sekitarnya baru mampu memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan anggur bagi warganya sendiri. Apalagi jika memperhitungkan kebutuhan nasional. Maknanya, ada potensi yang luar biasa bermanfaat bagi kita semua jika konsisten ditekuni.

Di lain pihak diakui pula oleh Salam, Ketua Asosiasi Anggur Prabu Bestari Kota Probolinggo, kecilnya produksi anggur disebabkan sebagian besar petani belum berminat membudidayakan tanaman anggur. Mereka umumnya masih fanatik menanam padi dan jagung yang menjadi tanaman pokok. Budidaya anggur, masih menurut Salam, memang membutuhkan perhatian lebih disamping modal yang lebih besar ketimbang menanam padi. Namun, dari segi pendapatan bersih petani, anggur lebih menguntungkan.

Jadi tidaklah berlebihan jika Anda dan saya harus prihatin, soalnya untuk buah yang bernama anggur saja kita masih harus bergantung dengan luar negeri …

3 thoughts on “Nasib Anggur Probolinggo

  1. Hi, I do think this is a great website. I stumbledupon
    it😉 I may return once again since I bookmarked it.

    Money and freedom is the best way to change, may you be
    rich and continue to guide other people.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s